Topologi jaringan adalah suatu cara menghubungkan perangkat
telekomunikasi satu dengan yang lainnya sehingga membentuk jaringan.
Dalam suatu jaringan telekomunikasi, jenis topologi yang dipilih akan
mempengaruhi kecepatan komunikasi. Untuk itu maka perlu dicermati
kelebihan/keuntungan dan kekurangan/kerugian dari masing - masing
topologi berdasarkan karak teristiknya.
Jenis Topologi
1. Topologi BusTopologi bus disebut sebagai topologi backbone, dimana ada sebuah kabel coaxial yang dibentang kemudian beberapa komputer dihubungkan pada kabel tersebut.
- Satu kabel media transmisi dibentang dari ujung ke ujung, kemudian kedua ujung ditutup dengan “terminator” atau terminating-resistance.
- Pada titik tertentu diadakan sambungan (tap) untuk setiap terminal.
- Wujud dari tap ini bisa berupa “kabel transceiver” bila digunakan “thick coax” sebagai media transmisi.
- Atau berupa “BNC T-connector” bila digunakan “thin coax” sebagai media transmisi.
- Atau berupa konektor “RJ-45” dan “hub” bila digunakan kabel UTP.
- Transmisi data dalam kabel bersifat “full duplex”, dan sifatnya“broadcast”, semua terminal bisa menerima transmisi data.
- Suatu protokol akan mengatur transmisi dan penerimaan data, yaitu Protokol Ethernet atau CSMA/CD.
- Pemakaian kabel coax (10Base5 dan 10Base2) telah distandarisasi dalam IEEE 802.3, yaitu sbb:
10Base5 10Base2
|
Rate Data 10 Mbps 10 Mbps
|
Panjang / segmen 500 m 185 m
|
Rentang Max 2500 m 1000 m
|
Tap / segmen 100 30
|
Jarak per Tap 2.5 m 0.5 m
|
Diameter kabel 1 cm 0.5 cm
|
- Melihat bahwa pada setiap segmen (bentang) kabel ada batasnya maka diperlukan “Repeater” untuk menyambungkan segmen-segmen kabel.
Karakteristik Topologi BUS
- Node - node dihubungkan secara serial sepanjang kabel, dan pada kedua ujung kabel ditutup dengan terminator.
- Sangat sederhana dalam instalasi
- Sangat ekonomis dalam biaya.
- Paket-paket data saling bersimpangan pada suatu kabel
- Tidak diperlukan hub, yang banyak diperlukan adalah Tconnector pada setiap Ethernet card.
- Problem yang sering terjadi adalah jika salah satu node rusak, aka jaringan keseluruhan dapat down, sehingga seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut
Keuntungan Topologi BUS
- Topologi yang sederhana
- Kabel yang digunakan sedikit untuk menghubungkan komputer- komputer atau peralatan-peralatan yang lain
- Biayanya lebih murah dibandingkan dengan susunan pengkabelan yang lain.
- Cukup mudah apabila kita ingin memperluas jaringan pada topologi bus.
Kerugian Topologi BUS
- Traffic (lalu lintas) yang padat akan sangat memperlambat bus.
- Setiap barrel connector yang digunakan sebagai penghubung memperlemah sinyal elektrik yang dikirimkan, dan kebanyakan akan menghalangi sinyal untuk dapat diterima dengan benar.
- Sangat sulit untuk melakukan troubleshoot pada bus.
- Lebih lambat dibandingkan dengan topologi yang lain.
2. Topologi Star
Jika kita menggunakan hub memiliki 32 port, dengan seluruhport terisi, maka collision akan sering terjadi yang akan mengakibatkan kinerja jaringan menurun. Untuk menghindari hal tersebut kita bisa menggunakanswitch yang memiliki kemampuan untuk menentukan jalur
tujuan data. Active hub dan switch membutuhkan tenaga listrik untuk menjalankannya. Pasisive hub, seperti wiring panel atau blok punch-down, hanya berfungsi sebagai titik koneksi (connection point) dan tidak melakukan penguatan sinyal atau memperbaharui sinyal. Passive hub tidak membutuhkan tenaga listrik untuk menjalankannya.
Topologi star digunakan dalam
jaringan yang padat, ketika endpoint dapat dicapai langsung dari lokasi
pusat, kebutuhan untuk perluasan jaringan, dan membutuhkan kehandalan
yang tinggi. Topologi ini merupakan susunan yang menggunakan lebih
banyak kabel daripada bus dan karena semua komputer dan perangkat
terhubung ke central point. Jadi bila ada salah satu komputer atau
perangkat yang mengalami kerusakan maka tidak akan mempengaruhi yang
lainnya (jaringan).
Prinsip kerja Jaringan STAR
Setiap komputer dalam jaringan bintang berkomunikasi dengan
central hub yang mengirimkan kembali pesan ke semua
komputer (dalam broadcast star network) atau hanya ke komputer
yang dituju (dalam switched star network). Hub dalambroadcast star
network dapat menjadi aktif ataupun pasif. Active hubmemperbaharui
sinyal elektrik yang diterima dan mengirimkannya ke semua
komputer yang terhubung ke hub. Hub tipe tersebut sering disebut
juga denganmultiport repeater.
Jika kita menggunakan hub memiliki 32 port, dengan seluruhport terisi, maka collision akan sering terjadi yang akan mengakibatkan kinerja jaringan menurun. Untuk menghindari hal tersebut kita bisa menggunakanswitch yang memiliki kemampuan untuk menentukan jalur
tujuan data. Active hub dan switch membutuhkan tenaga listrik untuk menjalankannya. Pasisive hub, seperti wiring panel atau blok punch-down, hanya berfungsi sebagai titik koneksi (connection point) dan tidak melakukan penguatan sinyal atau memperbaharui sinyal. Passive hub tidak membutuhkan tenaga listrik untuk menjalankannya.
Kelebihan Topologi Star
- Karena setiap komponen dihubungkan langsung ke simpul pusat maka pengelolaan menjadi mudah
- Kegagalan komunikasi mudah ditelusuri.
- Kegagalan pada satu komponen/terminal tidak mempengaruhi komunikasi terminal lain.
- Kontrol terpusat sehingga memudahkan dalam deteksi dan isolasi kesalahan serta memudahkan pengelolaan jaringan.
Kekurangan Topologi Star
- Kegagalan pusat kontrol (simpul pusat) memutuskan semua komunikasi
- Bila yang digunakan sebagai pusat kontrol adalah HUB maka kecepatan akan berkurang sesuai dengan penambahan komputer, semakin banyak semakin lambat.
- Boros dalam penggunaan kabel
- Kondisi HUB harus tetap dalam kondisi baik, kerusakan HUB
- berakibat lumpuhnya seluruh link dalam jaringan sehingga computer tidak dapat saling berkomunikasi.
3. Topologi Extended Star
Topologi yang sama dengan topologi star. Tetapi dalamextended star,
memiliki satu atau lebih repeater dalam satu node pusat dan jangkauannya
lebih panjang dibandingkan topologi star.
Disamping itu topologi extended (topologi extended star) merupakan
perkembangan lanjutan dari topologi star dimana karakteristiknya tidak
jauh berbeda dengan topologi star,yaitu:
1. Setiap node berkomunikasi langsung dengan sub node, sedangkan sub
node berkomunikasi dengan central node. traffic data mengalir dari node
ke sub node lalu diteruskan ke central node dan kembali lagi.
2. Digunakan pada jaringan yang besar dan membutuhkan penghubung yang banyak atau melebihi dari kapasitas maksimal penghubung.
3. Jika satu kabel sub node terputus maka sub node yang lainnya tidak
terganggu, tetap apabila central node terputus maka semua node disetiap
sub node akan terputus
4. Tidak dapat digunakan pada kabel yang “lower grade” karena hanya
menghandel satu traffic node, karena untuk berkomunikasi antara satu
node ke node lainya membutuhkan beberapa kali hops
4. Topologi Mesh
1. Port keamanan
Topologi jaringan mesh ini menerapkan hubungan antar sentral secara
penuh. Banyaknya saluran ini harus disiapkan guna membentuk suatu
jaringan topologi mesh yaitu jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, dengan n
adalah jumlah sentral). Tingkat kesulitan yang terdapat pada topologi jaringan mesh ini sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang.
Ciri-ciri dari topologi Jaringan Mesh
Konsep Internet Tidak ada client server, semuanya bisa bertindak sebagai client dan server Peer to peer Bentuk
mesh yang paling sederhana adalah array dua dimensi tempat
masing-masing simpul saling terhubung dengan keempat tetangganya.
Diameter komunikasi sebuah mesh yang sederhana adalah 2 (n1) Koneksi wraparraound pada bagian-bagian ujung akan mengurangi ukuran diameter menjadi 2 ( n/s ). Topologi Mesh ini cocok untuk hal-hal yang berkaitan dengan algoritma yang berorientasi matriks.
Karakteristik Topologi MESH
- Topologi mesh memiliki hubungan yang berlebihan antara peralatan-peralatan yang ada.
- Susunannya pada setiap peralatan yang ada didalam jaringan saling terhubung satu sama lain.
- jika jumlah peralatan yang terhubung sangat banyak, tentunya ini akan sangat sulit sekali untuk dikendalikan dibandingkan hanya sedikit peralatan saja yang terhubung.
Keuntungan Topologi MESH
- Keuntungan utama dari penggunaan topologi mesh adalah fault tolerance.
- Terjaminnya kapasitas channel komunikasi, karena memiliki hubungan yang berlebih.
- Relatif lebih mudah untuk dilakukan troubleshoot.
Kerugian Topologi MESH
- Sulitnya pada saat melakukan instalasi dan melakukan konfigurasi ulang saat jumlah komputer dan peralatan-peralatan yang terhubung semakin meningkat jumlahnya.
- Biaya yang besar untuk memelihara hubungan yang berlebih.
5. Topologi Hirarki
Berbentuk seperti pohon bercabang
yang terditi dari komputer induk (host) yang hungkan dengan simpul atau
node lain secara berjenjang, jenjang yang lebih tinggi berfungsi
sebagai pengetur kerja jenjang dibawahnya, biasanya topologi ini
digunakan oleh perusahaan besar atau lembaga besar yang mempunyai
beberapa cabang daerah, sehingga data dari pusat bisa didistribusikan ke
cabang atau sebaliknya.
Penggunakan jaringan hirarki
Model jaringan hirarki dipilih untuk
mendisain suatu jaringan LAN karena mudah digunakan untuk mengolah
dan memperluas suatu jaringan sehingga dapat mempermudah pembentukan
jaringan tersebut.
Bentuk model jaringan hirarki
Desain jaringan hirarkis membagi
jaringan menjadi beberapa lapisan yang menyerupai bentuk pohon.
Setiap lapisan menyediakan fungsi-fungsi tertentu yang mendefinisikan
perannya dalam jaringan secara keseluruhan. Dengan memisahkan berbagai
fungsi-fungsi yang ada di jaringan, maka
jaringan menjadi desain modular, yang memfasilitasi skalabilitas dan performa.Topologi hirarki terdiri dari tiga layer, yaitu :
jaringan menjadi desain modular, yang memfasilitasi skalabilitas dan performa.Topologi hirarki terdiri dari tiga layer, yaitu :
1.Access Layer
Antarmuka layer access dengan
perangkat akhir, seperti PC, printer, dan IP telepon, untuk
menyediakan akses ke semua jaringan. layer ini menyediakan aksess
jaringan untuk user/workgroup dan mengontrol akses dan end user
local ke Internetwork. Sering di sebut juga desktop layer. Resource yang
paling dibutuhkan oleh user akan disediakan secara local. Kelanjutan
penggunaan access list dan filter, tempat pembuatan collision domain
yang terpisah (segmentasi). Teknologi seperti Ethernet switching tampak
pada layer ini serta menjadi tempat dilakukannya routing statis. Layer
ini dapat menghubungkan router, switch, bridge, hubs, dan jalur akses
nirkabel. Tujuan utama dari layer access adalah menyediakan
sarana untuk menghubungkan perangkat ke jaringan dan mengendalikan
perangkat yang diizinkan berkomunikasi pada jaringan. ACCESS Layer
Features
2. VLANs
3. Fast Ethernet/Gigabit Ethernet
4. Power over Ethernet (PoE)
5. Link aggregation
6. Quality of Service (QoS)
2.Distribution Layer
Layer distribusi teragregasi data yang diterima dari layer access aktif
sebelum dikirim ke core layer untuk routing ke tujuan akhir. Layer
distribusi mengontrol arus lalu lintas jaringan dengan pengawasan dan
perencanaan broadcast domain yang dilakukan oleh fungsi routing antara
virtual LANs (VLANs) ditetapkan pada access layer. VLANs
memungkinkan untuk mengelompokkan lalu lintas pada switch ke
subnetworks yang terpisah. fungsi utamanya adalah routing, filtering,
akses, WAN, dan menentukan akses core layer jika diperlukan DISTRIBUTION
Layer Features
1. Layer 3 Support
2. High forwarding rate
3. Gigabit Ethernet/10Gigabit Ethernet
4. Redundant components
5. Security policies/Access Control Lists
6. Link Aggregation
7. QoS
3.Core Layer
Core Layer desain hirarkis adalah backbone kecepatan tinggi dari internetwork. Core Layer ini penting untuk interconnectivity antara perangkat layer distribusi, sehingga sangat penting untuk core yang ketersediaan
dan redudansi. Area core juga dapat melakukan koneksi ke Internet.
Aggregasi core lalu lintas dari semua lapisan distribusi perangkat,
sehingga harus mampu meneruskan sejumlah data yang besar dengan cepat.
layer ini bertanggung jawab untuk mengirim trafik secara tepat dan
andal, Tujuannya hanyalah men-switch traffic secepat mungkin (dipengaruhi oleh kecepatan dan latency). CORE Layer Features :
1. Layer 3 Support
2. Very high forwarding rate
3. Gigabit Ethernet/10Gigabit Ethernet
4. Redundant components
5. Link Aggregation
6. QoS
Keuntungan Jaringan Hierarki :
1. Scalability : jaringan hierarki dapat diperluas/dikembangkan secara lebih mudah
2. Redundancy : menjamin ketersediaan jalur pada level core dan distribution
3. Performance : performa switch pada layer core dan distributionlebih handal (link aggregation)
4. Security : port keamanan pada level access dan aturan pada leveldistribution membuat jaringan lebih aman
5. Manageability : konsistensi antar switch pada tiap level membuat manajemen menjadi lebih mudah
6. Maintainability : modularitas desain hirarki mengijinkan jaringan dibagi-bagi tanpa menambah kerumitan
Prinsip Desain Jaringan Hierarki
- Network Diameter : jumlah switch dalam suatu jalur pengiriman antara dua titik device .
- Bandwidth Aggregation : bagaimana mengimplementasikan kombinasi beberapa jalur diantara dua switch ke dalam satu logical link
- Redundant Links : digunakan untuk menjamin ketersediaan jaringan melalui beberapa jalur yang mungkin
1. Data terpusat secara hirarki sehingga manajeman data lebih baik dan mudah
2. Terkontrol; Mudah dikembangkan menjadi jaringan yang lebih luas;
Kekurangan
1. Komputer di bawahnya tidak dapat dioprasikan apabila kabel pada komputer tingkat atasnya terputus.
2. Dapat terjadi tabrakan file (collision)






